Key Word : Garis lurus terbaik, Grafik, Pencocokan kurva, Metode Visual, Metode titik sentroid, Metode bagi dua, Metode garis sumbu, Regresi linear.

            Metode menentukan garis lurus terbaik dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Perkembangan dari setiap metode pencocokan kurva merupakan penyempurnaan dari metode sebelumnya, dengan mempertimbangkan nilai error yang lebih kecil dari metode sebelumnya, sampai ditemukannya metode secara statistika yaitu regresi linear yang memiliki nilai error terkecil dari metode-metode klasik (Baca juga : Regresi linear). Berikut adalah perkembangan metode klasik menentukan garis lurus terbaik :

               1.      Metode Visual

Metode visual adalah metude pencocokan kurva berdasarkan penglihatan visual mata manusia. Metode visual sangat mudah dilakukan karena hanya mengandalkan persepsi mata manusia, dengann metode visual suatu sebaran titik dapat ditentukan garis lurus terbaiknya hanya dengan melihatnya dengan mata kemudian membuat garis lurus berdasarkan perkiraan pengamat saja.

Metode ini sangat mudah dilakukan tapi sangat lemah untuk dijadikan suatu reverensi penelitian. Nilai error pada metode ini sangat besar karena hanya menggunakan perkiraan dari mata manusia tanpa memperhitungkan apa pun.

               2.      Metode Bagi-dua

Metode bagi dua merupakan pengembangan dari metode visual. Metode dagi dua dilakukan dengan menghitung jumlah data diatas dan dibawah garis lurus yang dibentuk sehingga garis lurus yang dibentuk dianggap lebih mewakili setiap titik data dibandingkan metode visual. Teapi pada metode ini juga masih memiliki nilai error yang sangat besar karena yang diperhitungkan hanya jumlah titik data yang dibagi garis lurus saja dantidak mempertimbangkan nilai penyimpangannya.
  


Gambar 1. Contoh metode dagi dua dengan jumlah data genap dan ganjil

               3.      Metode Titik Sentroid

Metode titik sentroid merupakan metode yang menggunakan nilai rata-rata sebaran titik data untuk membentuk garis lurus terbaik. Cara menggunakan metode ini adalah : pertama mencari nilai rata-rata di sumbu x dan y untuk setiap titik data dan titik (x,y) tersebut dibebut sebagai titik sentroid atau titik pusat, kemudian membuat garis lurus sembarang yang melalui titik sentroid tersebut dan garis lurus tersebut diputar dengan pusat sumbu di titik sentroid hingga garis dianggap paling mewakili setiap sebaran data berdasarkan penglihatan pengamat.
 
Metode ini dinilai lebih baik dari metode visual dan bagi dua. Titik sentroid merupakan nilai rata-rata setiap titik data yang dianggap mewakili setiap titik data secara matematis, sedangkan pada metode sebelumnya tidak memiliki perhitungan matematis yang membuktikan bahwa acuan garis lurus mewakili sebaran data yang dibentuknya.
  


Gambar 2. Contoh penggunaan metode titik sentroid

Walaupun lebih sempurna dari metode sebelumnya tetapi nilai error pada metode ini juga masih besar. Dalam metode ini yang diperhitungkan hanya titik acuan pembuatan garis, tetapi posisi putar garis lurus sendiri masih ditentukan oleh persepsi mata pengamat serta belum memperhitungkan nilai penyimpangan dari setiap titik data.


               4.      Metode Garis Sumbu

Metode garis sumbu dikembangkan dari metode bagi dua. Metode ini dilakukan dengan membagi dua titik data secara nilai penyimpangannya, sehingga metode ini dinilai metode yang hampir sempurna untuk menentukan garis lurus terbaik. Garis lurus yang dibentuk akan sanggup mewakili setiap sebaran data dan memiliki nilai error yang terukur.

Cara menggunakan metode ini adalah dengan membuat garis lurus diantara titik-titik data dengan mengusahakan jumlah nilai simpangan antara titik yang berada diatas dan dibawah garis sama besar. Kelemahan utama dari metode garis sumbu ini adalah tidak ada acuan awal bagaimana menentukan garis lurus sehingga sulit diaplikasikan. Prinsip dari metode ini menjadi dasar perumusan menentukan garis lurus menggunakan metode kuadrat terkecil (baca juga : Penurunan rumus mekucil).




Gambar 3. Contoh penggunaan metode garis sumbu



Metode Pencocokan Kurva Klasik

Posted by : MentorKita
Kamis, 25 Agustus 2016
0 Comments
Key Word : Bilangan, Angka Penting, Pembulatan, Pembulatan ke atas, Pembulatan ke bawah.


            Pembulatan bilangan adalah menyingkat atau memadatkan bilangan sesuai jumlah angka penting yang diinginkan (Baca juga : Angka Penting). Bilangan desimal yang sangat panjang seperti phi = 22/7 = 3.142857 dapat disingkat atau dipadatkan menjadi 3 angka penting yaitu 3.14 dengan menggunakan aturan pembulatan bilangan, atau juga bilangan ribuan 1870 dapat disingkat atau dipadatkan menjadi 2 angka penting 1900 dengan menggunakan aturan pembulatan bilangan. Sehingga penting untuk mengetahui aturan pembulatan. Berikut adalah aturan pembulatan bilangan :

                 1.      Menentukan berapa angka penting yang dibutuhkan

Jumlah angka penting ini harus diketahui untuk menentukan sampai bilangan mana kita akan membulatkan suatu data. Jumlah angka penting ini dapat berupa permintaan dari pengajar pada soal atau ditentukan berdasarkan kebutuhan.

                 2.      Bilangan kurang dari 5 (dibulatkan ke bawah)

Dibulatkan ke bawah artinya bilangan kurang dari 5 (0,1,2,3 dan 4) ketika dibulatkan akan bernilai nol. Contoh :
            1.253 à 1.25 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
            1023 à 1020 (dibulatkan menjadi 2 angka penting)

                 3.      Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan ke atas

Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan ke atas artinya bilangan (5,6,7,8 dan 9) ketika dibulatkan menjadi 1 dan ditambah ke bilangan setelahnya. Contoh:
            1.136 à 1.14 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
            2.435 à 2.44 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
            1009 à 1010 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)


Pembulatan Bilangan

Posted by : MentorKita
Minggu, 21 Agustus 2016
0 Comments
Key Word : Penurunan rumus, Metode kuadrat terkecil, Regresi lenear, Pencocokan kurwa, at, bt, Deviasi, Fungsi, Titik data.



Regresi linear atau metode kuadrat terkecil merupakan salah satu metode pencocokan kurva yang memiliki nilai error atau penyimpangan kecil (Baca juga : Penjelasan Metode kuadrat Terkecil). Pada metode kuadrat terkecil, nilai (xi, yi) adalah data hasil pengukuran dan fungsi f(x) merupakan fungsi garis lurus berdasarkan perhitungan statistika.

Pada persamaan linear fungsi f(x) merupakan fungsi linear.

f(x) = a + bx

nilai penyimpangan ri pada setiap titik data i adalah :

ri = yi - f(xi)
ri = yi - (a + b xi)
ri = yi – a + b xi

sehingga total kauadrat deviasi R persamaan adalah :










Untuk menghaslka nilai R minimum, maka laju perubahan R terhadap a dan b harus nol
  









Nilai a dan b dapat dihitung menggunakan kedua persamaan di atas


Untuk menghitung persamaan diatas dapat dilakukan dengan berbagai metode, baikitu dengan metode substitusi, eliminasi atau metode lainnya. Pada posting ini saya menggunakan matrix, sehingga dihasilkan matrix :




Solusinya, a dan b, dapat diselsaikan dengan metode eliminaasi gauss atau aturan cramer (Baca lebih lanjut untuk : metode eliminasi gauss dan cramer). Sehingga akan dihasilkan nilai a dan b :

Penurunan Rumus Mekucil

Posted by : MentorKita
Kamis, 18 Agustus 2016
0 Comments
Key Word : Metode pencocokan kurva, Metode kuadrat terkecil (Mekucil), regresi linear, Garis lurus terbaik, Sebaran data, sesatan.



Regresi linear atau metode kuadrat terkecil adalah salah satu metode untuk menentukan garis lurus terbaik dari sebaran data yang memiliki atau dibentuk memiliki kecenderungan mendekati garis lurus atau persamaan linear. Metode ini dianggap sebagai metode terbaik dengan nilai penyimpangan terkecil jika dibandingkan dengan metode-metode lainnya (Baca juga : Metode Klasik Metode Pencocokan Kurva), karena metode kuadrat terkecil memperhitungkan aspek penyimpangan atau sesatan secara persamaan statistika.

Suatu persamaan linear akan memenuhu :

y =  ax + b

      Dengan x dan y merupakan variabel bebas, sedangkan a dan b merupakan parameter. Jika kita mempunyai sekumpulan data pasangan (x,y), dan data tersebut digambarkan dalam bentuk grafik linear, maka akan diperoleh suatu garis lurus.

      Dengan menganggap bahwa x memiliki sesatan yang lebih kecil dari pada sesatan pada y, maka garis lurus terbaik dapat diperoleh berdasarkan metode kuadrat terkecil (regresi terhadap y). Nilai a terbaik dituliskan dengan notasi at sedangkan nilai b terbaik dituliskan dengan notasi bt  dengan menggunakan persamaan :
   

  
(Baca lebih lanjut : Penuruna Persamaan at dan bt)
Contok kasus :

Jiaka data hasil penelitian memiliki kecenderungan garis lurus seperti di bawah :




Untuk menghasilkan garis lurus terbaik menggunakan metode kuadrat terkecil, maka kita harus menghitung nilai at dan bt, sehingga dihasilkan fungsi garis lurus f(x)



Selanjutnya plot grafik pada sebaran data sehingga dihasilkan :




Metode Kuadrat Terkecil

Posted by : MentorKita 0 Comments

Keyword : Waktu, Kehidupan, Akhlak, Amal, Besaran
Penulis : Maria Oktaviani



Waktu tak hanya merupakan besaran semata yang selalu berjalan ke depan, namun tanpa disadari, besaran ini juga merupakan bekal atau potensi bagi tiap diri manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Siapakah manusia yang dimaksud? Tentu saja kita, sebagai anak adam. Manusia dan waktu tentu saja memiliki korelasi yamg penting, bagaimana tidak, bahkan Allah bersumpah demi nama masa bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.

            Betulkah kita berada dalam kerugian? Sia-siakah masa-masa hidup kita di dunia ini? Kawan, hidup ini memang dinamis, makin berjalannya waktu ini, makin sempitnya sisa umur bumi ini, dan semakin mendekatnya kita kepada fase manusia yang terakhir, bahkan bumi pun semakin tua, namun sayangnya, waktu tak pernah memberi kesempatan untuk menambahkan walau sedikit saja tambahan waktu untuk bisa kita nikmati. Karena keadaan dimensi hidup kita inilah, manusia sekarang begitu sibuk, manusia seakan mrupakan makhluk yang penuh akan urusan duniawi.

            Sahabat, dinamisnya hidup kita tentu bukan tanpa alasan, kemajuan teknologi dan kemajuan “akal” manusia yang terkadang di luar nalar kita sungguh mewarnai dimensi hidup kita. Akal? Ada apa dengan akal? Ya, manusia dengan potensi akalnya yang masya Allah begitu pintarnya bisa meracik antara waktu yang dia punya dengan segala potensi ilmu yang dia miliki untuk bisa berinovasi dan lambat laun segala inovasi tersebut telah mengubah peradaban dunia.

            Lalu sebetulnya bagaimana hubungan antara waktu dan manusia ini? Jelaslah bahwa hanya manusia yang bisa berkawan dengan waktu lah yang bisa memegang peradaban dunia, hanya manusia yang bisa memanfaatkan waktu dengan baiklah yang bisa menjadikan dirinya dikenang abadi, namun, hanya manusia yang cerdas lah yang  bisa dengan cerdas mengambil kesempatan  dan memilih prioritas dengan tepat akan potensi waktu yang dia miliki.

            Tahukah sahabat, hanya satu yang membedakan antara manusia mulia dengan manusia yang papa , yakni waktu. Bagaimana manusia mulia yang begitu cerdas memanfaatkan waktunya tentu akan berbuah manis yang bahkan kita bisa ikut merasakan buahnya. Subhanallah kawan, bagaimana mungkin kita mengaku ingin dicintai Allah dan RasulNya namun kita sering berleha-leha dalam beribadah atau mengerjakan segala sesuatu tepat pada waktunya.

            Marilah, mumpung kita masih muda, mumpung bara semangat ini masih kecil kemungkinannya untuk padam, mumpung banyak saudara2 kita yang bisa kita jadikan panutan dan inspirasi dalam berkarya, mari hargai waktu yang ada dan selalu berikhtiar secara konsisten untuk menjadi muslim dan muslimah yang mulai di mata Allah. Hamasah!!

Allahu’alam

Waktu dan Kehidupan

Posted by : MentorKita 0 Comments

- Copyright © MentorKita - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -