Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Key Word :
Nanoteknologi, FePt, Feromagnetik, Data Storage, Partikel, Magnetisasi,
Remanen.
Nanopartikel FePt dapat menjadi media
penyimpanan data berbasis magnetic yang stabil dengan kapasitas 1 Tbit/in2.
Bagaimanapun suatu yang memiliki potensi untuk direalisasikan, harus memenuhi
persyaratan yang memenuhi beberapa kriteria seperti : massa penyimpanan data
yang lama, tekstur uniaxsial kristalografi dan memiliki distribusi pergantian
medan magnet yang kecil.
Nanopartikel
FePt disintesis dengan mencampurkan 0.5 mmol platinum (II) acetylacetonate dan
1.0 mmol iron pentacarbonyl dalam 20 mL dichlorobenzene dan dengan 4.0 mmol
oleic acid dan 4.0 mmol of oleylamine. Kemudian temperature dinaikan secara
perlahan dari 169 0C sampai 170 0C. kemudian dilakukan annealing.
Komposisi FePt dikontrol dengan Fe(CO)5/Pt(acac)2,
dari hasil perhitungan 0.5 mmol Fe(CO)5 dan 0.5 mmol Pt(acac)2 menghasilkan Fe38Pt62 dan
1.1 mmol Fe(CO)5 dan
0.5 mmol Pt(acac)2 menghasilkan
Fe56Pt44. pemilihan variasi suhu dan pelarut dapat dilakukan untuk mengontrol
bentuk dan ukuran partikel.
Gambar 1. Nanopartikel FePt dengan
kondisi sintesis (a) pemanasan
diatur 4°C/min sampai suhu reaksi
170°C, (b) pelarut benzyl ether dan
(c) tekanan (22
bar), temperatur
(270°C), pelarut toluene
Ketika keadaan sintesis dengan pelarut 1,2-dicholobenzene, pemanasan diatur 4°C/min sampai suhu reaksi
170°C. menghasilkan bentuk partikel yang relative kubus dengan ukuran sekitar 7
nm. Ketika pelarut diganti dengan benzyl
ether maka partikel yang dihasilkan memiliki bentuk relatif oval dengan ukuran
sekitar10 nm dan ketika kondisi sintesis dengan tekanan (22 bar), temperatur (270°C), pelarut toluene dihasilkan
partikel dengan bentuk shgi enam dengan ukuran partikel sekitar 10 nm.
Proses annealing mempengaruhi terhadap
jurva histerisis sampel, sampel dengan suhu annealing 5 dan 100 K memiliki
titik remanen yang sama tetapi memiliki nilai H maksimum yang berbeda.
Sedangkan dengan kondisi annealing 300 K dihasilkan titik remanen yang lebih
kecil. Seperti diperlihatkan pada gambar
Gambar
2. Kurva histerisis partikel FePt untuk beberapa kondisi annealing
Aplikasi
Pada Penyimpanan Data
Nanopartikel
FePt dapat memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam divais penyimpanan data
berbasis magnet. Ukuran nanopartikel yang dibawah 20 nm dan memiliki
karakteristik ferromagnetik, sehingga nanopartikel FePt dapat memiliki memori
magnet dan dengan kerapatan titik data yang besar. Pembutan divais FePt sebagai
media penyimpanan data dapat dilakukan dengan melapiskan nanopartikel FePt pada
suatu substrat. Pelapisan bahan dilakukan dengan melarutkan nanopartikel FePt
dengaan pelarut non polar yang kemudian ditetskan pada substrat yang bersifat
hidrofobik. Ketika pelarut menguap, partikel akan terevaporasi sehingga menjadi
lapisan tipis.
Gambar 3. Pelapisan
nanopartikel FePt pada substrat
Daftar
Pustaka :
S.H. Sun, C.B. Murray, D. Weller,
L. Folks, and A. Moser: Science, 2000, vol. 287, pp. 1989–92.
M. Tanase et al, 2007, Structure Optimization of
FePt Nanoparticles of
Various Sizes for
Magnetic Data Storage, DOI: 10.1007/s11661-006-9081-6.
Natalie A. Frey
and Shouheng Sun, Magnetic Nanoparticle for Information Storage Applications
Nano Partikel FePt
Key
Word: Hardisk, Nanoteknologi, Partikel, FePt, Magnetisasi, Magnet Permanen,
Penimpan Data.
Hard Disk Drive
(HDD) atau biasa dikenal dengan harddisk saja adalah sebuah media penyimpanan
sekunder pada sebuah komputer [1].sebagai media penyimpanan data, kapasitas
memori menjadi hal yang sangat penting dalam fungsinya. Ukuran dari divais
harddisk juga menjadi hal yang patut diperhatikan dalam kaitannya dengan
kepraktisan dalam pemasangan dan penempatan divais. Nanoteknologi atau
nanosains adalah ilmu engetahuan dan teknologi pada skala nanometer, atau
sepermilyar meter [2]. teknologi nano dapat meningkatkan fungsional suatu
material, sehingga penggunaan teknologi nano digunakan pada berbagai bidang
aplikasi dan salah satunya adalah aplikasi penyimpanan data untuk menghasilkan
kapasitas memori yang besar dengan ukuran divais yang kecil [3]. dalam media
penyimpanan data berbasis magnet nanopartikel FePt memiliki potensi yang besar
untuk diaplikasikan karena memiliki ukuran partikel dibawah 20 nm dan memiliki
titik remanen.
Seiring
kebutuhan akan teknologi informasi, kebutuhan akan divais elektronik juga perlu
dikembangkan. Perkembangan dan kemajuan diatas diperoleh dari kemampuan
memanfaatkan komputer dan devais elektronik yang setiap tahunnya mengalami
peningkatan kinerja [4]. Media penyimpanan data merupakan salah satu kunci
dalam dunia teknologi informasi [5]. Meskipun harddisk disebut sebagai media
penyimpanan sekunder namun pada kenyataannya fungsinya adalah sangat penting
bahkan tidak bisa ditinggalkan lagi untuk kebutuhan sebuah komputer. Hal
tersebut sangat jelas mengingat kebutuhan akan software berupa program maupun
aplikasinya, serta data yang diolah membutuhkan media penyimpanan yang sangat
besar, yang tidak cukup hanya ditampung oleh sebuah media penyimpanan utama
berupa ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). Sebagai salah
satu media penyimpanan sekunder, selain memiliki kemampuan untuk menyimpan data
yang sangat besar, yaitu dalam ukuran Giga Byte (GB), harddisk juga memiliki kelebihan
lain diantaranya adalah kecepatan akses, baik dalam membaca maupun menulis
data, serta ketahanannya dalam menyimpan data secara fisik untuk jangka waktu
yang cukup lama [1], harddisk juga harus memiliki ukuran yang mudah untuk
dibawa dan disimpan dalam prangkat komputer. Peningkatan kapasitas memori dapat
dilakukan dengan meningkatkan ukuran harddisk, tetapi ini akan menurunkan
kemudahan dalam penggunaan harddisk yang berkaitan dengan pembawaan divais dan
penempatan harddisk pada perangkat komputer.
Salah satu cara
perkembangan adalah menurunnya ukuran titik data hingga ukuran nanometer [4],
dengan harapan harddisk memiliki memori
yang besar dengan ukuran divais yang kecil sehingga secara fungsional harddisk
akan sanggup menampung data yang banyak dan secara ukuran, harddisk mudah
dibawa dan ditepatkan dalam perangkat komputer. Hal ini juga pernah disampaikan
oleh Richard Feynman dalam ceramahnya
yang berjudul “There is plenty room at the bottom” pada tahun 1959, yang
menyatakan bahwa kita mungkin akan menulis seluruh ensiklopedia britanian pada
sebuah pin jika ukuran penanya memiliki ukuran yang sangat kecil [6].
Titk data yang
berukuran nanometer dapat dicapai jika alat writer dan reader berukuran nano
dan material penyusun piringan harddisk berukuran nano. Dalam paper ini akan
dijabarkan mengenai material penyusun piringan harddisk berukuran nano.
Salah satu
kandidat yang menjanjikan sebagai media penyimpanan data berbasis magnetic
dengan densitas titik data yang besar adalah FePt. Campuran Fe memiliki
presentasi penyusun Fe dan Pt yang relatif sama yaitu Fe dan Pt pada
temperature yang rendah dalam struktur kimianya memiliki fasa face-centered
cubic (fcc) yang acak, ini mengindikasikan bahwa salah satu unit cell fcc telah
berubah, baik itu Fe atau Pt. seperti ditunjukan oleh gambar1.
Gambar 1. Struktur Kristal FePt [7].
Weller et al. (1992) telah menghitung bahwa FePt sebagai media
penyimpanan data yang stabil terhadap suhu ketika memiliki ukuran partikel 3
nm. Untuk mendukung kemampuan emori yang sanggup mencapai 1 Tb/in2
dan lebih besar lagi, rata-rata dari ukuran partikel FePt harus kurang dari 4
nm [8]. Melihat karakteristik nanopartikel FePt memiliki karakteristik yang
berpotensi besar untuk media penyimpanan data berbasis magnet sehingga akan
dibahas mengenai nanopartikel FePt [7].
Daftar
Pustaka :
[1] Wahyudi. Eko Nur, 2005, Mengenal Harddisk
Lebih Dekat, Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X, No.3, September
2005 : 168-177, ISSN : 0854-9524.
[2] Poli. Mario E, 2006, Karya Ilmiah : Teknologi
Masa Depan “nanoteknologi”, manado : Universitas Sam Ratulangi.
[3] Wu. Yihong, Nano Spintronic for Data Storage,
Encyclopedia of Nano Science and Nanotechnology.
[4] Abdullah. Mikrajuddin, 2012, Pengantar
Nanoteknologi, Bandung : Institut Teknologi Bandung.
[5] Eleftheriou, et.al, 2003, A Nanotechnology-based
Approach to Data Storage, Proceedings of the 29th VLDB
Conference, Berlin, Germany.
[6] R.P. Feynman. 1960, There’s Plenty of Room at
the Bottom: An Invitation to Enter a New Field of Physics. Caltech’s Engineering
and Science, XXIII (5).
[7]
Natalie
A. Frey and Shouheng Sun, Magnetic Nanoparticle for Information Storage
Applications.
[8]
Piramanayagam,
S.N. and Srinivasan, K. 2009. Recording media research for future hard disk
drives. Journal of Magnetism and Magnetic Materials 321: 485–494.
Nanoteknologi dalam Data Storage
Key Word : Harddisk, Media penyimpan data, feromagnetik,
Magnetisasi, Magnet Permanen.
Harddisk
adalah media penyimpanan dengan kapasitas penyimpanan mulai dari ratusan
megabyte hingga ratusan gigabyte dan akan terus bertambah sesuai dengan
kemajuan teknologi komputer. Kecepatan putaran ketika membaca dan menuliskan
data menentukan kecepatan akses data ke hard disk, oleh sebab itu akses data ke
hard disk adalah yang tercepat dibandingkan media penyimpanan yang lain. Harddisk
adalah media penyimpanan yang terbuat dari magnetik disk.
Harddisk
didisain untuk menyimpan data dalam jumlah besar. Letak hard disk ada di dalam
cpu. Media penyimpanan ini memerlukan arus listrik sehingga dapat dilihat di
dalam cpu bahwa hard disk dihubungkan oleh power supply.
Data
dalam hard disk diletakkan pada piringan magnetik pada lingkaran-lingkaran yang
disebut dengan track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal
sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan,
harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan.
Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk
dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector
disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan
berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini
dinamakan latency. Dilihat dari koneksinya, hard disk ada dua macam. Yakni hard
disk SATA dan hard disk IDE (Utomo. Bagus Tri,
2013).
Gambar 1. Prinsip kerja penyimpanan magnetic pada harddisk
Material Penyimpan Data pada Hardisk
Material
penyimpan data pada hardisk adalah ferromagnetik. Feromagnetik memiliki momen
magnetik yang spontan, meski berada didaerah yang tidak terdapat medan
magnetik. Temperatur Curie (Tc) adalah temperatur yang Membedakan
magnetisasi spontan, ini memisahkan paramagnetik pada daerah T > TC dan
ferromagnetik pada daerah T < TC. Suseptibilitas
paramagnetik ditentukan oleh hukum Curie T = χ/C, dimana C
adalah konstanta Curie. (Baca lebih lengkap di : Bahan Feromagnetik)
Gambar 2. Kurva suseptibilitas
terhadap temperature bahan paramagnetic dan feromagnetik
Bahan
ferromagnetik sering diaplikasikan pada divais penyimpanan data karena dapat
dimagnetisasi dan menyimpan medan magnet. Ketika material ferromagnetik
diberikan medan aplikasi (H) maka medan magnet internl bahan (B) akan meningkat
seiring peningkatan H, hingga pada H maksimum nilai B tidak akan bertambah lagi
yaitu ketika medan magnet material telah termagnetisasi seluruhnya. Kemudian
ketika medan aplikasi H diperkecil, penurunan medan magnet B tidak mengikuti
penurunan medan magnet H sehingga menyimpan medan magnet pada titik remanennya.
(Baca lebih lanjut di : Prinsip Magnet Permanen)
Gambar 3. Kurva histerisis bahan feromagnetik
Prinsip Kerja Hardisk
Key Word :
Garis lurus terbaik, Grafik, Pencocokan kurva, Metode Visual, Metode titik
sentroid, Metode bagi dua, Metode garis sumbu, Regresi linear.
Metode
menentukan garis lurus terbaik dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.
Perkembangan dari setiap metode pencocokan kurva merupakan penyempurnaan dari
metode sebelumnya, dengan mempertimbangkan nilai error yang lebih kecil dari
metode sebelumnya, sampai ditemukannya metode secara statistika yaitu regresi
linear yang memiliki nilai error terkecil dari metode-metode klasik (Baca juga : Regresi linear). Berikut adalah
perkembangan metode klasik menentukan garis lurus terbaik :
1.
Metode
Visual
Metode
visual adalah metude pencocokan kurva berdasarkan penglihatan visual mata
manusia. Metode visual sangat mudah dilakukan karena hanya mengandalkan
persepsi mata manusia, dengann metode visual suatu sebaran titik dapat
ditentukan garis lurus terbaiknya hanya dengan melihatnya dengan mata kemudian
membuat garis lurus berdasarkan perkiraan pengamat saja.
Metode
ini sangat mudah dilakukan tapi sangat lemah untuk dijadikan suatu reverensi
penelitian. Nilai error pada metode ini sangat besar karena hanya menggunakan
perkiraan dari mata manusia tanpa memperhitungkan apa pun.
2.
Metode
Bagi-dua
Metode
bagi dua merupakan pengembangan dari metode visual. Metode dagi dua dilakukan
dengan menghitung jumlah data diatas dan dibawah garis lurus yang dibentuk
sehingga garis lurus yang dibentuk dianggap lebih mewakili setiap titik data
dibandingkan metode visual. Teapi pada metode ini juga masih memiliki nilai
error yang sangat besar karena yang diperhitungkan hanya jumlah titik data yang
dibagi garis lurus saja dantidak mempertimbangkan nilai penyimpangannya.
Gambar 1. Contoh metode dagi dua dengan jumlah data genap
dan ganjil
3.
Metode
Titik Sentroid
Metode
titik sentroid merupakan metode yang menggunakan nilai rata-rata sebaran titik
data untuk membentuk garis lurus terbaik. Cara menggunakan metode ini
adalah : pertama mencari nilai rata-rata di sumbu x dan y untuk setiap titik
data dan titik (x,y) tersebut dibebut sebagai titik sentroid atau titik pusat,
kemudian membuat garis lurus sembarang yang melalui titik sentroid tersebut dan
garis lurus tersebut diputar dengan pusat sumbu di titik sentroid hingga garis
dianggap paling mewakili setiap sebaran data berdasarkan penglihatan pengamat.
Metode
ini dinilai lebih baik dari metode visual dan bagi dua. Titik sentroid
merupakan nilai rata-rata setiap titik data yang dianggap mewakili setiap titik
data secara matematis, sedangkan pada metode sebelumnya tidak memiliki
perhitungan matematis yang membuktikan bahwa acuan garis lurus mewakili sebaran
data yang dibentuknya.
Gambar 2. Contoh penggunaan metode
titik sentroid
Walaupun
lebih sempurna dari metode sebelumnya tetapi nilai error pada metode ini juga
masih besar. Dalam metode ini yang diperhitungkan hanya titik acuan pembuatan
garis, tetapi posisi putar garis lurus sendiri masih ditentukan oleh persepsi
mata pengamat serta belum memperhitungkan nilai penyimpangan dari setiap titik
data.
4.
Metode
Garis Sumbu
Metode
garis sumbu dikembangkan dari metode bagi dua. Metode ini dilakukan dengan
membagi dua titik data secara nilai penyimpangannya, sehingga metode ini
dinilai metode yang hampir sempurna untuk menentukan garis lurus terbaik. Garis
lurus yang dibentuk akan sanggup mewakili setiap sebaran data dan memiliki
nilai error yang terukur.
Cara
menggunakan metode ini adalah dengan membuat garis lurus diantara titik-titik
data dengan mengusahakan jumlah nilai simpangan antara titik yang berada diatas
dan dibawah garis sama besar. Kelemahan utama dari metode garis sumbu ini
adalah tidak ada acuan awal bagaimana menentukan garis lurus sehingga sulit
diaplikasikan. Prinsip dari metode ini menjadi dasar perumusan menentukan garis
lurus menggunakan metode kuadrat terkecil (baca juga :
Penurunan rumus mekucil).
Gambar 3. Contoh penggunaan metode
garis sumbu
Metode Pencocokan Kurva Klasik
Key
Word : Bilangan, Angka Penting, Pembulatan, Pembulatan ke atas, Pembulatan ke bawah.
Pembulatan
bilangan adalah menyingkat atau memadatkan bilangan sesuai jumlah angka penting
yang diinginkan (Baca juga : Angka Penting).
Bilangan desimal yang sangat panjang seperti phi = 22/7 = 3.142857 dapat
disingkat atau dipadatkan menjadi 3 angka penting yaitu 3.14 dengan menggunakan
aturan pembulatan bilangan, atau juga bilangan ribuan 1870 dapat disingkat atau
dipadatkan menjadi 2 angka penting 1900 dengan menggunakan aturan pembulatan
bilangan. Sehingga penting untuk mengetahui aturan pembulatan. Berikut adalah
aturan pembulatan bilangan :
1.
Menentukan berapa angka penting yang
dibutuhkan
Jumlah angka penting ini harus diketahui untuk
menentukan sampai bilangan mana kita akan membulatkan suatu data. Jumlah angka
penting ini dapat berupa permintaan dari pengajar pada soal atau ditentukan
berdasarkan kebutuhan.
2.
Bilangan kurang dari 5 (dibulatkan ke
bawah)
Dibulatkan ke bawah artinya bilangan kurang dari 5
(0,1,2,3 dan 4) ketika dibulatkan akan bernilai nol. Contoh :
1.253
Ã
1.25 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
1023
Ã
1020 (dibulatkan menjadi 2 angka penting)
3.
Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan
ke atas
Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan ke
atas artinya bilangan (5,6,7,8 dan 9) ketika dibulatkan menjadi 1 dan ditambah
ke bilangan setelahnya. Contoh:
1.136 Ã
1.14 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
2.435
Ã
2.44 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
1009 Ã
1010 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
Pembulatan Bilangan
Key
Word : Penurunan rumus, Metode kuadrat terkecil, Regresi lenear, Pencocokan
kurwa, at, bt, Deviasi, Fungsi, Titik data.
Regresi linear atau
metode kuadrat terkecil merupakan salah satu metode pencocokan kurva yang
memiliki nilai error atau penyimpangan kecil (Baca juga
: Penjelasan Metode kuadrat Terkecil). Pada metode kuadrat terkecil,
nilai (xi, yi) adalah data hasil pengukuran dan fungsi
f(x) merupakan fungsi garis lurus berdasarkan perhitungan statistika.
Pada persamaan linear
fungsi f(x) merupakan fungsi linear.
f(x) = a + bx
nilai penyimpangan ri
pada setiap titik data i adalah :
ri = yi - f(xi)
ri = yi - (a + b xi)
ri = yi – a + b xi
Untuk menghaslka nilai R minimum, maka laju perubahan R terhadap a dan b harus nol
Nilai a dan b dapat dihitung menggunakan kedua persamaan di atas
Untuk menghitung persamaan diatas dapat dilakukan dengan
berbagai metode, baikitu dengan metode substitusi, eliminasi atau metode
lainnya. Pada posting ini saya menggunakan matrix, sehingga dihasilkan matrix :
Solusinya, a dan b, dapat diselsaikan dengan metode
eliminaasi gauss atau aturan cramer (Baca lebih lanjut
untuk : metode eliminasi gauss dan cramer). Sehingga akan dihasilkan
nilai a dan b :
