Key Word : Do’a, Islam, Penghalang Ijabah,
Dosa, Adab, Khusyu, Kedzaliman
Sahabat
Allah yang maha agung berfirman dalam QS Al-Muminun ayat 60 bahwa allah akan
mengabulkan setiap do’a yang dipanjatkan oleh hamba-hambanya. Tetapi dalam
perkara pengabulan do’a terdapat beberapa hal yang dapat menghalangi
terkabulnya suatu do’a yang kita panjatkan. ketika do’a kita belum terkabul
maka marilah kitta introfeksi diri apakah diri kita masih sering melakukan
perbuatan-perbuatan yang menghalangi terkabulnya suatu do’a seperti berikut :
1.
Dosa
Banyak hadis dan firman Allah yang menjelaskan bahwa dosa dapat
menghalangi terkabulnya sebuah do’a. dosa-dosa seperti: memutus hubungan
kekerabatan, bersikap lalim dalam berdoa, atau mengonsumsi makanan yang haram.
Secara umum, seluruh perkara ini menjadi penghalang terkabulnya doa.
2.
Memakan makanan haram
Makanan yang haram menjadi
sebab tertolaknya doa. Sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis rasulullah yang
diriwayatkan oleh imam muslim :
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,“Wahai
sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima
sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan
kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul.
Firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan
kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan’. Dan Allah juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki
yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam menceritakan
tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang
ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat
tangannya ke langit seraya berdo’a, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Padahal, makanannya dari barang yang haram,
minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan
makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya?”
(HR. Muslim)
3.
Meninggikan suara dan berlaku sombong ketika berdo’a
Meninggukan suara dan berlaku sombong ketika berdo’a menjadi
salah satu penghalang terkabulnya suatu do’a, karena Allah telah berfirman
untuk berendah diri dan menggunakan suara yang lembut ketika hambanya
memanjatkan do’a
“Berdoalah
kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”
(Q.S. Al-A’raf:55)
4.
Tidak Khusyu dalam berdo’a
Kekhusyuan
merupakan salah satu syarat diterimanya suatu ibadah termasuk do’a. Allah tidak
akan mengabulkan do’a yang dipanjatkan secara lalai, ketika berdo’a hendaklah
kita bersungguh-sungguh dengan hati yang yakin dan khusyu bahwa kita sedang
meminta kepada dzat yang maha pemurah dan tentunya yakin bahwa do’a kita akan
terkabul.
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya
dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu
‘anhuma, bahwasanya Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh
keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah
mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”
5.
Putus asa kepada Allah
Allah
telah berfirman bahwa Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Jika
kita ketika berdo’a putus asa bahwa do’a kita tidak akan terkabul maka
kemungkinan besar Allah tidak akan mengabulkan do’a kita. Padahal Allah telah
menjamin bahwa Dia akan mengabulkan setiap do’a yang dipanjatkan hamba-hambanya
tentunya dengan cara-Nya dan waktu yang paling tepat dan paling baik.
”Dan
Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
(TQ.S. Al-Mu’min:60)
6.
Tergesa-gesa
Al-Bukhari
dan Muslim, bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Doa
yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia
tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga
terkabul.’”
7.
Berdo’a meminta kedzaliman
“Di
muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah
melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan
memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia
tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.”
(H.r. Turmudzi dan Ahmad; dinilai sebagai hadits hasan-shahih oleh
Al-Albani)
Allah
yang maha pemurah telah berjanji akan mengabulkan setiap do’a dan janji Allah
adalah pasti kebenarannya. Pengabulan dari setiap do’a yang dipanjatkan tentu
dengan cara Allah yang terbaik dan pada waktu yang paling tepat,
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu
berkata Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan
tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya
salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya
di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan
permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami
akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk
mengabulkan doa kalian).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan
sanad jayyid; hadits ini berderajat sahih dengan
adanya beberapa hadits penguat dari jalur ‘Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan
oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan
oleh Ahmad dan selainnya.)
Allahu’alam
Penghalang Terkabulnya Do'a
Key Word :
Garis lurus terbaik, Grafik, Pencocokan kurva, Metode Visual, Metode titik
sentroid, Metode bagi dua, Metode garis sumbu, Regresi linear.
Metode
menentukan garis lurus terbaik dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.
Perkembangan dari setiap metode pencocokan kurva merupakan penyempurnaan dari
metode sebelumnya, dengan mempertimbangkan nilai error yang lebih kecil dari
metode sebelumnya, sampai ditemukannya metode secara statistika yaitu regresi
linear yang memiliki nilai error terkecil dari metode-metode klasik (Baca juga : Regresi linear). Berikut adalah
perkembangan metode klasik menentukan garis lurus terbaik :
1.
Metode
Visual
Metode
visual adalah metude pencocokan kurva berdasarkan penglihatan visual mata
manusia. Metode visual sangat mudah dilakukan karena hanya mengandalkan
persepsi mata manusia, dengann metode visual suatu sebaran titik dapat
ditentukan garis lurus terbaiknya hanya dengan melihatnya dengan mata kemudian
membuat garis lurus berdasarkan perkiraan pengamat saja.
Metode
ini sangat mudah dilakukan tapi sangat lemah untuk dijadikan suatu reverensi
penelitian. Nilai error pada metode ini sangat besar karena hanya menggunakan
perkiraan dari mata manusia tanpa memperhitungkan apa pun.
2.
Metode
Bagi-dua
Metode
bagi dua merupakan pengembangan dari metode visual. Metode dagi dua dilakukan
dengan menghitung jumlah data diatas dan dibawah garis lurus yang dibentuk
sehingga garis lurus yang dibentuk dianggap lebih mewakili setiap titik data
dibandingkan metode visual. Teapi pada metode ini juga masih memiliki nilai
error yang sangat besar karena yang diperhitungkan hanya jumlah titik data yang
dibagi garis lurus saja dantidak mempertimbangkan nilai penyimpangannya.
Gambar 1. Contoh metode dagi dua dengan jumlah data genap
dan ganjil
3.
Metode
Titik Sentroid
Metode
titik sentroid merupakan metode yang menggunakan nilai rata-rata sebaran titik
data untuk membentuk garis lurus terbaik. Cara menggunakan metode ini
adalah : pertama mencari nilai rata-rata di sumbu x dan y untuk setiap titik
data dan titik (x,y) tersebut dibebut sebagai titik sentroid atau titik pusat,
kemudian membuat garis lurus sembarang yang melalui titik sentroid tersebut dan
garis lurus tersebut diputar dengan pusat sumbu di titik sentroid hingga garis
dianggap paling mewakili setiap sebaran data berdasarkan penglihatan pengamat.
Metode
ini dinilai lebih baik dari metode visual dan bagi dua. Titik sentroid
merupakan nilai rata-rata setiap titik data yang dianggap mewakili setiap titik
data secara matematis, sedangkan pada metode sebelumnya tidak memiliki
perhitungan matematis yang membuktikan bahwa acuan garis lurus mewakili sebaran
data yang dibentuknya.
Gambar 2. Contoh penggunaan metode
titik sentroid
Walaupun
lebih sempurna dari metode sebelumnya tetapi nilai error pada metode ini juga
masih besar. Dalam metode ini yang diperhitungkan hanya titik acuan pembuatan
garis, tetapi posisi putar garis lurus sendiri masih ditentukan oleh persepsi
mata pengamat serta belum memperhitungkan nilai penyimpangan dari setiap titik
data.
4.
Metode
Garis Sumbu
Metode
garis sumbu dikembangkan dari metode bagi dua. Metode ini dilakukan dengan
membagi dua titik data secara nilai penyimpangannya, sehingga metode ini
dinilai metode yang hampir sempurna untuk menentukan garis lurus terbaik. Garis
lurus yang dibentuk akan sanggup mewakili setiap sebaran data dan memiliki
nilai error yang terukur.
Cara
menggunakan metode ini adalah dengan membuat garis lurus diantara titik-titik
data dengan mengusahakan jumlah nilai simpangan antara titik yang berada diatas
dan dibawah garis sama besar. Kelemahan utama dari metode garis sumbu ini
adalah tidak ada acuan awal bagaimana menentukan garis lurus sehingga sulit
diaplikasikan. Prinsip dari metode ini menjadi dasar perumusan menentukan garis
lurus menggunakan metode kuadrat terkecil (baca juga :
Penurunan rumus mekucil).
Gambar 3. Contoh penggunaan metode
garis sumbu
Metode Pencocokan Kurva Klasik
Key
Word : Bilangan, Angka Penting, Pembulatan, Pembulatan ke atas, Pembulatan ke bawah.
Pembulatan
bilangan adalah menyingkat atau memadatkan bilangan sesuai jumlah angka penting
yang diinginkan (Baca juga : Angka Penting).
Bilangan desimal yang sangat panjang seperti phi = 22/7 = 3.142857 dapat
disingkat atau dipadatkan menjadi 3 angka penting yaitu 3.14 dengan menggunakan
aturan pembulatan bilangan, atau juga bilangan ribuan 1870 dapat disingkat atau
dipadatkan menjadi 2 angka penting 1900 dengan menggunakan aturan pembulatan
bilangan. Sehingga penting untuk mengetahui aturan pembulatan. Berikut adalah
aturan pembulatan bilangan :
1.
Menentukan berapa angka penting yang
dibutuhkan
Jumlah angka penting ini harus diketahui untuk
menentukan sampai bilangan mana kita akan membulatkan suatu data. Jumlah angka
penting ini dapat berupa permintaan dari pengajar pada soal atau ditentukan
berdasarkan kebutuhan.
2.
Bilangan kurang dari 5 (dibulatkan ke
bawah)
Dibulatkan ke bawah artinya bilangan kurang dari 5
(0,1,2,3 dan 4) ketika dibulatkan akan bernilai nol. Contoh :
1.253
Ã
1.25 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
1023
Ã
1020 (dibulatkan menjadi 2 angka penting)
3.
Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan
ke atas
Bilangan sama dengan atau lebih dari 5 dibulatkan ke
atas artinya bilangan (5,6,7,8 dan 9) ketika dibulatkan menjadi 1 dan ditambah
ke bilangan setelahnya. Contoh:
1.136 Ã
1.14 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
2.435
Ã
2.44 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
1009 Ã
1010 (dibulatkan menjadi 3 angka penting)
Pembulatan Bilangan
Key
Word : Penurunan rumus, Metode kuadrat terkecil, Regresi lenear, Pencocokan
kurwa, at, bt, Deviasi, Fungsi, Titik data.
Regresi linear atau
metode kuadrat terkecil merupakan salah satu metode pencocokan kurva yang
memiliki nilai error atau penyimpangan kecil (Baca juga
: Penjelasan Metode kuadrat Terkecil). Pada metode kuadrat terkecil,
nilai (xi, yi) adalah data hasil pengukuran dan fungsi
f(x) merupakan fungsi garis lurus berdasarkan perhitungan statistika.
Pada persamaan linear
fungsi f(x) merupakan fungsi linear.
f(x) = a + bx
nilai penyimpangan ri
pada setiap titik data i adalah :
ri = yi - f(xi)
ri = yi - (a + b xi)
ri = yi – a + b xi
Untuk menghaslka nilai R minimum, maka laju perubahan R terhadap a dan b harus nol
Nilai a dan b dapat dihitung menggunakan kedua persamaan di atas
Untuk menghitung persamaan diatas dapat dilakukan dengan
berbagai metode, baikitu dengan metode substitusi, eliminasi atau metode
lainnya. Pada posting ini saya menggunakan matrix, sehingga dihasilkan matrix :
Solusinya, a dan b, dapat diselsaikan dengan metode
eliminaasi gauss atau aturan cramer (Baca lebih lanjut
untuk : metode eliminasi gauss dan cramer). Sehingga akan dihasilkan
nilai a dan b :
